Bitcoin sedang dalam perjalanan untuk mencatat salah satu bulan September terbaik dalam sejarahnya, dengan peningkatan signifikan lebih dari 10% selama bulan ini. Kenaikan kembali minat terhadap mata uang kripto pertama di dunia ini sebagian besar disebabkan oleh gelombang global penurunan suku bunga, terutama di Amerika Serikat, di mana Federal Reserve telah mengadopsi kebijakan moneter yang lebih akomodatif.
Sebuah bulan September yang tidak biasa untuk Bitcoin
Secara tradisional, bulan September sering dianggap sebagai bulan yang sulit bagi Bitcoin, dengan tren penurunan yang terlihat selama sepuluh tahun terakhir. Namun, tahun ini, dinamikanya sangat berbeda. Dengan kenaikan 10% pada bulan September, Bitcoin menonjol dibandingkan dengan kinerja masa lalu, di mana bulan tersebut rata-rata menunjukkan penurunan sebesar 5,9%. Pembalikan tren ini terutama dijelaskan oleh optimisme para investor terhadap kebijakan moneter yang dilonggarkan yang diadopsi oleh beberapa bank sentral di seluruh dunia.
Pengurangan suku bunga baru-baru ini oleh Federal Reserve Amerika, Bank Sentral Eropa, dan lembaga keuangan lainnya telah menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi aset berisiko. Para investor memperkirakan bahwa langkah-langkah ini akan mendorong ekonomi dan memperkuat pasar keuangan, yang telah menyebabkan peningkatan investasi dalam cryptocurrency. Menurut Sean McNulty, direktur perdagangan di Arbelos Markets, hubungan antara Bitcoin dan kebijakan moneter tetap kuat, dan langkah-langkah pelonggaran yang diambil oleh bank sentral berkontribusi positif terhadap dinamika ini.
Konsekuensi dari suku bunga rendah
Penurunan suku bunga memiliki dampak langsung pada minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. Dengan biaya pinjaman yang lebih rendah, para investor terdorong untuk mencari imbal hasil yang lebih tinggi di kelas aset alternatif. Bitcoin, dengan reputasinya yang semakin meningkat sebagai aset pelindung dan potensi imbal hasil yang tinggi, semakin menarik perhatian. Pada tahun 2024, Bitcoin telah mengalami kenaikan yang mengesankan sebesar 56%, didukung oleh masuknya investasi ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang terkait dengan Bitcoin.
Namun, meskipun ada kinerja yang menggembirakan ini, beberapa analis memperingatkan tentang kemungkinan adanya perlawanan di sekitar ambang psikologis 65.000 dolar. Kedaluwarsa baru-baru ini dari sejumlah besar kontrak opsi juga dapat mempengaruhi volatilitas harga dalam beberapa hari ke depan. Para ahli menekankan bahwa jika Bitcoin tidak berhasil melewati level krusial ini, hal itu bisa menandakan tantangan di masa depan bagi cryptocurrency.
