Token FTX (FTT), yang dikaitkan dengan bursa mata uang kripto FTX yang gagal, telah mengalami lonjakan spektakuler, bertepatan dengan pesan publik pertama dari mantan CEO FTX yang digulingkan Sam Bankman-Fried (SBF) dalam dua tahun. Kebetulan ini telah memicu spekulasi dan pertanyaan tentang alasan kenaikan mendadak ini dan potensi pengaruh SBF, meskipun ada hukuman atas penipuan. Artikel ini membahas kemungkinan alasan lonjakan FTT, konteks kebangkitan SBF, dan implikasi bagi kreditor FTX serta masa depan token tersebut.
Token FTX: reli spekulatif yang terputus dari kenyataan?
Token FTX, yang pernah bernilai lebih dari $80, anjlok ke level yang tidak signifikan setelah bursa tersebut anjlok pada November 2022. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, FTT telah mengalami kebangkitan yang tidak terduga, didorong oleh rumor tentang bursa FTX yang akan dihidupkan kembali di bawah manajemen baru. Meskipun rumor ini belum dikonfirmasi secara resmi, namun rumor tersebut sudah cukup untuk memicu minat para spekulan dan menaikkan harga FTT.
Tweet pertama Sam Bankman-Fried setelah dua tahun tidak muncul bertepatan dengan lonjakan volume perdagangan FTT yang memperkuat spekulasi dan volatilitas dalam token tersebut. Penting untuk dicatat bahwa nilai fundamental FTT masih belum pasti karena bursa FTX masih bangkrut dan kreditor masih menunggu pembayaran kembali. Oleh karena itu, kenaikan FTT tampaknya terutama didorong oleh spekulasi dan harapan akan kebangkitan FTX yang mustahil.
Pengembalian SBF: upaya pengaruh atau sekadar kebetulan?
Waktu kembalinya Sam Bankman-Fried ke media sosial menimbulkan pertanyaan. Mungkinkah SBF, yang dinyatakan bersalah melakukan penipuan dan sedang menunggu hukuman, mencoba memengaruhi opini publik atau memanipulasi harga FTT? Meskipun sulit untuk membuktikan niat jahat, adalah sah untuk mempertanyakan motivasi seseorang. Intervensinya dapat dilihat sebagai upaya untuk meminimalkan tanggung jawabnya atas runtuhnya FTX atau untuk menampilkan dirinya sebagai aktor yang mampu menghidupkan kembali pasar saham.
Ada kemungkinan pula bahwa kembalinya SBF merupakan suatu kebetulan belaka dan kenaikan FTT semata-mata terkait dengan faktor pasar. Akan tetapi, pengaruh masa lalunya dan sensitivitas pasar terhadap berita tentang FTX membuatnya tidak mungkin ada hubungan sama sekali antara cuitannya dan spekulasi tentang token tersebut. Pihak berwenang terkait perlu waspada untuk memastikan tidak ada manipulasi pasar yang terjadi.